Awalnya,
pada tahun 50 sebelum masehi, tentara Roma di bawah Julius
Caesar menyerbu apa yang sekarang ini dinamakan Belanda,
Belgia, dan Luxembourg. Roma menaklukkan sebagian besar
daerah, yang sekarang disebut sebagai Low Countries. Kata
Netherlands (sebutan untuk Belanda) berarti Low Countries,
tetapi Low Countries tersebut juga meliputi Belgia dan Luxembourg.
Pada
tahun 400 sesudah masehi, orang-orang Jerman yang disebut
Franks mengusir Roma ke luar dari Low Countries. Kerajaan
Frankish terpecah belah selama tahun 800. Di tahun 870,
negara-negara yang rendah telah dibagi antara kerajaan Frankish
Timur dan Barat (yang nantinya menjadi Negara Jerman dan
Perancis). Daerah yang nantinya menjadi Belanda terletak
di bagian Timur kerajaan Frankish.
Pertumbuhan
perdagangan
Duke (setingkat dengan bupati), count (gelar kebangsawanan
di Perancis), dan uskup-uskup setempat terus semakin berkuasa
seiring dengan berkembangnya daerah-daerah. Di tahun 1100,
perdagangan dan industri mulai meluas dengan cepat di Low
Countries. Pemancingan, pembuatan kapal, pengiriman, dan
produksi tekstil menjadi hal penting. Kota-kota mulai tumbuh
dan berkembang.
Kontrol
dari Spanyol
Mulai pada tahun 1300, Duke of Burgundy dari Perancis
memenangkan kuasa atas sebagian besar Low Countries melalui
harta warisan, pernikahan, pembelian, dan perang. Pernikahan
Mary of Burgundy dengan Maximilian of the House of Habsburg
di tahun 1477 menggabungkan Low Countries dengan kerajaan
Habsburg. Di tahun 1516, Mary dan cucu lelaki Maximilian
yang bernama Charles mewarisi kerajaan Spanyol, mengakibatkan
Low Countries berada di bawah kendali Spanyol. Di tahun
1519, Charles juga menjadi Archduke di Austria dan Kaisar
Suci Roma Charles V.
Kebebasan
dari Spanyol
Sepanjang awal tahun 1500, suatu gerakan Protestan yang
disebut Reformation menyebar di seluruh Low Countries. Charles
mencoba untuk menghentikan ancaman pada paham Katolik Roma
ini dengan menganiaya orang-orang Protestan. Charles menyerahkan
Kekuasaan atas Low Countries dan atas Spanyol, pada tahun
1555 dan 1556, kepada putra nya, Philip II. Philip maju
berjuang melawan para Protestan dan mencoba untuk mengambil
kekuasaan penuh atas Low Countries. Di tahun 1566, orang-orang
mulai memberontak. Di tahun 1568, William I (yang dipanggil
pendiam), pangeran Orange, memimpin para bangsawan dalam
pemberontakan itu.
Pasukan
Spanyol secara umum sukses dalam pertempuran darat, tetapi
kapal pemberontak menguasai laut. Pasukan Spanyol menyerang
Leiden pada tahun 1573, tetapi kota tersebut bertahan dengan
gagah berani. Di tahun 1574, masyarakat membuka tanggul
yang menahan laut, dan armada pasukan Belanda berlayar di
atas air luapan tersebut untuk menolong Leiden dari Pasukan
Spanyol.
Pada
tahun 1579, pemberontak mulai memisahkan diri. Provinsi
selatan dari Low Countries (sekarang Negara Belgia) kembali
di bawah kuasa Spanyol. Aliran Protestan menjadi lebih kuat
di provinsi bagian utara (sekarang Belanda). Di tahun 1579,
sebagian besar provinsi utara membentuk Union of Utrecht
dan bersumpah untuk melanjutkan pemberontakan.
Pada
26 Juli 1581, provinsi bagian utara mengumumkan kemerdekaan
mereka dari Spanyol, dan mulai dengan apa yang nantinya
dikenal sebagai Belanda. Orang-orang Belanda memperjuangkan
kebebasan mereka sampai tahun 1648, kecuali kedamaian yang
sementara pada tahun 1609 sampai 1621. Spanyol akhirnya
mengakui kemerdekaan Belanda pada tahun 1648.
Kemakmuran
dan Kekuatan
Pada tahun 1600an adalah jaman keemasan bagi Belanda. Negara
Belanda menjadi pemimpin kekuatan armada yang terkemuka.
Armada perdagangannya menjadi tiga kali lebih besar dalam
tahun 1600 dan 1650, dan orang-orang Belanda membukukan
sekitar separuh dari pengiriman Eropa. Penjelajah Belanda,
meliputi Willem Barents dan Abel Janszoon Tasman, menemukan
jalur perikanan dan perjalanan baru. Amsterdam menjadi pusat
perdagangan Eropa yang besar. Bank-bank dan bisnis Belanda
tumbuh subur. Jaman keemasan juga membawa prestasi budaya
yang besar, terutama di dalam lukisan.
Sepanjang jaman keemasan, Belanda mengembangkan pemerintahan
kolonial yang besar di banyak belahan-belahan dunia. Di
tahun 1602, firma-firma Belanda yang berdagang dengan India
Timur bergabung membentuk VOC (Verenigde Oostindische Compagnie
/ Dutch East India Company). VOC mendirikan Batavia (sekarang
Jakarta, ibukota dari Indonesia) sebagai markas besarnya.
Angkatan perang VOC berhasil mengusir Inggris dan Portugis
ke luar dari apa yang nantinya menjadi Hindia-Belanda (sekarang
Indonesia). VOC juga mengambil kendali dari Ceylon (sekarang
Sri Lanka) dan menjajah ujung selatan Afrika. Dari pertengahan
tahun 1600an sampai pertengahan tahun 1800an, orang-orang
Belanda adalah satu-satunya orang Barat yang diijinkan berdagang
dengan Jepang.
WIC (West-Indische Compagnie / Dutch West India Company)
dibentuk pada tahun 1621 untuk berdagang di New World dan
Afrika Barat. Di tahun 1624, WIC menjajah New Netherland,
yang meliputi sebagian dari New York, New Jersey, Connecticut,
dan Delaware yang sekarang. Di tahun 1626, gubernur kolonial,
Peter Minuit, membeli pulau Manhattan dari orang-orang Indian
dengan harga sekitar $24. Pemerintah kolonial Belanda mendirikan
New Amsterdam (sekarang Kota New York) di tahun sebelumnya.
Dari tahun 1630 sampai 1654, orang-orang Belanda menguasai
Brazil. Selama itu, orang-orang Belanda juga memperoleh
yang sekarang disebut Netherlands Antilles dan Aruba.
Peperangan dengan Inggris dan Perancis
Netherlands melakukan tiga kali peperangan laut dengan Inggris
dari tahun 1652 sampai 1674. Inggris mengharapkan untuk
menguasai pengiriman dan perdagangan yang dikuasai oleh
Belanda, tetapi mereka gagal. Selama periode ini, Belanda
menang atas apa yang kini disebut Suriname dari Inggris,
dan Inggris memperoleh New Netherland.
Perancis dan Inggris membentuk suatu persekutuan rahasia
melawan Republik Belanda di tahun 1670 dan menyerang Belanda
tahun 1672. Armada Belanda mencegah Inggris mendarat melalui
laut, tetapi pasukan Perancis menguasai sejumlah kota milik
Belanda. William III, pangeran Orange, kemudian dipilih
sebagai stadholder (gubernur). Ia menghentikan Perancis
dengan pembukaan beberapa tanggul dan membanjiri daratan
itu. Pasukan Spanyol dan Jerman juga membantu Belanda. Inggris
menderita kekalahan besar di laut, dan mereka membuat perdamaian
dengan Belanda di tahun 1674. Perancis diusir, dan mereka
menandatangani suatu perjanjian damai pada tahun 1678.
Isteri William, Mary, adalah suatu anggota dari keluarga
kerajaan Inggris. Di tahun 1689, William memimpin apa yang
disebut Glorious Revolution dan menjadi King William III
Inggris seperti halnya stadholder Belanda. Belanda, Inggris,
dan negara-negara Eropa lainnya menyerang Perancis dalam
dua perang lagi, pada tahun 1689 sampai 1697 dan pada tahun
1701 sampai 1714.
Pada tahun 1700an. Peperangan panjang melawan Perancis berakhir
di Belanda. Industri dan perdagangan Belanda mulai bimbang,
dan Belanda memasuki masa kemunduran ekonomi.
Sepanjang Revolutionary War di Amerika (1775-1783), Belanda
membantu Amerika melawan Inggris. Inggris memulai peperangan
laut melawan Belanda tahun 1780. Belanda beberapa kali dikalahkan
Inggris pada tahun 1784.
Di tahun 1795, Belanda yang sudah melemah jatuh pada pasukan
Perancis. Para pendukung Belanda dari Perancis merubah nama
negara menjadi Republik Batavia dan menyediakan suatu pemerintah
yang baru. Inggris mengambil sebagian besar dari hasil penjajahan
luar negeri milik Belanda.
Kemerdekaan
Di tahun 1806, Napoleon I dari Perancis memaksa Belanda
untuk menerima saudaranya Louis sebagai raja mereka.
Republik
Batavia menjadi Kerajaan Belanda. Napoleon menginginkan
kendali yang lebih ketat atas negara tersebut dan menjadikannya
bagian dari Perancis di tahun 1810. Belanda mengusir Perancis
di tahun 1813.
Di tahun 1814 dan 1815, Para pemimpin politis Eropa memetakan
kembali sebagian besar benua pada satu rangkaian pertemuan-pertemuan
yang disebut Kongres Vienna. Mereka mempersatukan Belgia,
Belanda, dan Luxembourg ke dalam Kerajaan Belanda untuk
membatasi kekuasaan dari Perancis. William VI, pangeran
Orange, menjadi Raja William I dari Belanda dan Grand Duke
dari Luxembourg.
Bea keluar dan masuk, ekonomi, bahasa, dan agama dari Belanda
dan Belgia berbeda sekali. Mayoritas dari Belgia adalah
Katolik Roma, dan kaum Perancis. Di tahun 1830, Belgia mengumumkan
kemerdekaannya dari Kerajaan Belanda.
Luxembourg mengakhiri ikatan politis dengan keluarga kerajaan
Belanda pada tahun 1890.
Tahun
itu, Wilhelmina yang berumur 10 tahun telah menjadi ratu
setelah kematian dari ayahnya, William III. Tetapi hukum
Luxembourg tidak mengijinkan kekuasaan berada pada seorang
wanita.
Belanda tetap netral selama Perang Dunia I (1914-1918).
Tetapi operasi laut dari negara-negara yang sedang berperang
terganggu dengan pengiriman dan perdagangan Belanda.
Perang Dunia II
Pada 10 Mei 1940, selama Perang Dunia II, Pasukan Jerman
menyerbu Belanda. Empat hari kemudian, Bomber Jerman membinasakan
sebagian besar dari Rotterdam. Angkatan perang Belanda menyerah.
Kebanyakan dari angkatan laut Belanda melarikan diri dari
penangkapan dan mendukung pihak Sekutu, yaitu negara-negara
yang menentang Jerman dan sekutunya.
Sepanjang pendudukan Jerman, dari tahun 1940 sampai 1945,
orang-orang Belanda sangat menderita. Jerman membunuh sekitar
75 persen dari orang-orang Yahudi, sekitar 104.000 orang,
yang kebanyakan dibunuh di camp kematian. Mereka juga memaksa
beribu-ribu orang-orang Belanda untuk bekerja di dalam pabrik-pabrik
Jerman. Orang-orang Belanda berusaha berkelompok melawan
musuh dengan diam-diam melalui surat kabar yang diterbitkan,
menyembunyikan orang-orang Yahudi dari penangkapan, dan
melakukan tindakan sabotase melawan orang-orang Jerman.
Pada saat itu Jerman yang menyerah pada Sekutu pada bulan
Mei 1945, sekitar 250.000 orang Belanda telah terbunuh atau
telah mati kelaparan.
Belanda juga dilibatkan dalam peperangan di Samudra Pasifik.
Pada Maret 1942, Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) jatuh
ke Jepang, sekutu Jerman, setelah mengalahkan armada dari
Belanda. Berpuluh-puluh ribu orang-orang Belanda kemudian
bertempat tinggal di Hindia menjadi narapidana di dalam
kemah Jepang.
Pemulihan Ekonomi
Perang Dunia II meninggalkan banyak reruntuhan bagi Netherlands.
Banyak dari pabrik-pabrik nasional, jembatan, dan jalan
kereta api telah hancur. Pelabuhan yang besar pada Rotterdam
telah menjadi pincang. Sebagian besar daratan digenangi
air sebagai akibat kerusakan pada tanggul.
Setelah peperangan, orang-orang Belanda mendedikasikan diri
mereka untuk membangun kembali negara mereka, dan pemerintah
mendukung dengan kerjasama internasional yang dekat untuk
mencapai tujuan ini. Di tahun 1945, Netherlands menjadi
anggota piagam dari UN (United Nations / Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Di tahun 1948, Netherlands berhubungan dengan Belgia dan
Luxembourg untuk menghapuskan semua tarif atas perdagangan
antar diri mereka, membentuk suatu organisasi yang diberi
nama Benelux. Di tahun 1949, Netherlands menjadi bagian
dari NATO (North Atlantic Treaty Organization), suatu persekutuan
pertahanan dari Eropa dan negara-negara Amerika Utara.
Di tahun 1950an, Belanda membantu pembentukan European Coal
and Steel Comunity, European Atomic Energy (Euratom), dan
European Economic Community (MEE). Badan-badan ini yang
kemudian menjadi basis untuk European Union (Uni-Eropa),
yang bekerjasama dalam bidang politik dan ekonomi antar
anggotanya.
Pada tahun 1955, produksi industri Belanda telah meningkat
sekitar 60 persen diatas tingkat sebelumnya, yaitu sebelum
Perang Dunia II. Hasil pertanian hampir 20 persen lebih
besar.
Perubahan Politis
Di tahun 1948, setelah usia lanjut Ratu Wilhelmina menyerahkan
tahta kepada putrinya, Juliana. Pada waktu Itu, suatu pemberontakan
sedang berlangsung di Hindia-Belanda. Pertempuran, yang
dimulai pada tahun 1945, berlanjut sampai 1949, ketika Belanda
mengakui kemerdekaan Indonesia. Di tahun 1954, Suriname
dan Netherlands Antilles, yang kemudian meliputi pulau Aruba,
dibuat memiliki pemerintahan sendiri dan memiliki keanggotaan
yang sama dari kerajaan Belanda. Di tahun 1962, orang-orang
Belanda menyerahkan West New Guinea ( sekarang Irian Jaya),
jajahan terakhir mereka, ke bawah kekuasaan United Nation
(UN). UN menyerahkan Irian Jaya ke Indonesia pada tahun
1963.
Di tahun 1980, Juliana menyerah tahta pada umur 71. Putri
tertuanya, Beatrix, menjadi ratu. 
Pembangunan ekonomi
Akhir tahun 1900an, Belanda mencapai suatu standard tinggi
dalam kehidupan. Kerjasama ekonomi, baik dalam dan luar
negeri, membantu orang-orang Belanda membangun kembali kemakmuran
mereka setelah Perang Dunia II. Sepanjang akhir 1940 dan
1950, Industri, tenaga kerja, dan pemerintah Belanda bekerja
bersama-sama menghindari serangan dan memperluas industri.
Penemuan lahan gas alam di bagian utara negeri itu di tahun
1959 juga memberikan Belanda suatu kenaikan pesat di bidang
ekonomi. Dan Rotterdam, dengan kerusakan berat sepanjang
peperangan, telah dibangun kembali.
Keaneka ragaman
Ratusan ribu orang-orang dari jajahan Belanda terdahulu
dan dari negara-negara Mediterania sudah berpindah ke Belanda.
Imigrasi ini telah menambahkan keaneka ragaman populasi
negara. Banyak imigran datang dari Indonesia. Di tahun 1970an,
orang-orang dari Pulau Molucca menuntut agar pemerintahan
Belanda bertindak untuk membebaskan tanah mereka dari kuasa
Indonesia. Beberapa penduduk Molucca di Belanda bahkan melakukan
tindakan terorisme untuk mendramatisir permintaan mereka.
Di tahun 1975, Suriname meninggalkan Kerajaan Belanda dan
menjadi suatu bangsa yang merdeka seara penuh. Banyak orang-orang
dari Suriname bergerak ke Belanda sejenak sebelum kemerdekaan.
Di akhir tahun 1900an, banyak orang Turki dan Moroko menetap
di Belanda. Pengungsi dari banyak negara-negara juga datang
ke Belanda oleh karena hukum liberalnya yang mengabulkan
tempat peristirahatan politis (tempat pernaungan dan perlindungan)
kepada orang-orang yang melarikan diri dari negara-negara
yang lain.
Pengembangan
Terkini
Di tahun 1992, Belanda adalah salah satu dari 12 negara
yang menandatangani Perjanjian atas European Union, juga
disebut Perjanjian Maastricht karena perjanjian tersebut
ditandatangani di kota Maastricht, Belanda. Perjanjian ini
dilakukan untuk menyatakan terbentuknya European Union (Perserikatan
Eropa). Perjanjian juga dilakukan untuk menyatakan pengunaan
mata uang eropa dan bank sentral secara umum. Di tahun 1999,
Belanda dan 10 negara European Union lainnya mengambil satu
mata uang yang umum yang disebut euro.
(Sumber : http://benjamincreations.tripod.com/europe/netherland/netherland.html)
Kembali
ke daftar