About Holland
 
Links

Search
 
    Outlet Events Comments  
 
 
Informasi mengenai Negeri Belanda
------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------

 1. Klompen Kayu

Masyarakat di daerah pertanian dan pedesaan nelayan kadang memakai sepatu yang terbuat dari kayu yang disebut klompen. Sepatu ini akan menimbulkan bunyi apabila digunakan untuk berjalan, tetapi dapat melindungi kaki pemakainya dari tanah dan lumpur lebih baik daripada sepatu kulit. Mereka tidak memakai klompen di dalam rumah. Mereka meninggalkannya di luar dan memakai sepatu kulit.

Kembali ke daftar

 2. Kincir Angin

Pada abad ke 13, di Netherland sudah banyak terdapat windmill (kincir angin). Tetapi beberapa ribu windmill telah hilang sejak penemuan mesin uap dan mesin motor yang bertenaga bahan bakar diesel atau listrik. Sekarang kincir angin yang masih ada diperbaiki atau dipugar, dan terbuka untuk para wisatawan.
Kincir angin dulunya digunakan terutama sekali untuk memompa air yang berlebihan di daerah pengairan yang telah dibendung. Tetapi kincir angin juga digunakan untuk melakukan penggilingan tepung, memotong kayu, memproses kertas dan menekan benih untuk mendapatkan minyaknya.
Banyak kincir angin modern saat ini dibangun didekat air, dan digunakan untuk dinas pertanian dan lokasi. Hasil turbin angin menghasilkan listrik tanpa merusak lingkungan. Tetapi dengan adanya kincir angin, secara tidak sengaja merusak pemandangan. Oleh karena itu, sekarang perencanaan pembangunan kincir angin diarahkan ke laut bagian utara.

Daerah pengairan sekarang dapat dipompa kering.



Daerah pengairan ada di bawah laut dan curah hujan dapat memenuhi dengan air lagi.


Maka air harus dialirkan keluar seperti semula lagi.



Sekarang ini, pemompaan menggunakan diesel dengan mudah dapat mengalirkan air kedalam sungai.

Kembali ke daftar

 3. Keluarga Raja

Awalnya, pada tahun 50 sebelum masehi, tentara Roma di bawah Julius Caesar menyerbu apa yang sekarang ini dinamakan Belanda, Belgia, dan Luxembourg. Roma menaklukkan sebagian besar daerah, yang sekarang disebut sebagai Low Countries. Kata Netherlands (sebutan untuk Belanda) berarti Low Countries, tetapi Low Countries tersebut juga meliputi Belgia dan Luxembourg.

Pada tahun 400 sesudah masehi, orang-orang Jerman yang disebut Franks mengusir Roma ke luar dari Low Countries. Kerajaan Frankish terpecah belah selama tahun 800. Di tahun 870, negara-negara yang rendah telah dibagi antara kerajaan Frankish Timur dan Barat (yang nantinya menjadi Negara Jerman dan Perancis). Daerah yang nantinya menjadi Belanda terletak di bagian Timur kerajaan Frankish.

Pertumbuhan perdagangan
Duke (setingkat dengan bupati), count (gelar kebangsawanan di Perancis), dan uskup-uskup setempat terus semakin berkuasa seiring dengan berkembangnya daerah-daerah. Di tahun 1100, perdagangan dan industri mulai meluas dengan cepat di Low Countries. Pemancingan, pembuatan kapal, pengiriman, dan produksi tekstil menjadi hal penting. Kota-kota mulai tumbuh dan berkembang.

Kontrol dari Spanyol
Mulai pada tahun 1300, Duke of Burgundy dari Perancis memenangkan kuasa atas sebagian besar Low Countries melalui harta warisan, pernikahan, pembelian, dan perang. Pernikahan Mary of Burgundy dengan Maximilian of the House of Habsburg di tahun 1477 menggabungkan Low Countries dengan kerajaan Habsburg. Di tahun 1516, Mary dan cucu lelaki Maximilian yang bernama Charles mewarisi kerajaan Spanyol, mengakibatkan Low Countries berada di bawah kendali Spanyol. Di tahun 1519, Charles juga menjadi Archduke di Austria dan Kaisar Suci Roma Charles V.

Kebebasan dari Spanyol
Sepanjang awal tahun 1500, suatu gerakan Protestan yang disebut Reformation menyebar di seluruh Low Countries. Charles mencoba untuk menghentikan ancaman pada paham Katolik Roma ini dengan menganiaya orang-orang Protestan. Charles menyerahkan Kekuasaan atas Low Countries dan atas Spanyol, pada tahun 1555 dan 1556, kepada putra nya, Philip II. Philip maju berjuang melawan para Protestan dan mencoba untuk mengambil kekuasaan penuh atas Low Countries. Di tahun 1566, orang-orang mulai memberontak. Di tahun 1568, William I (yang dipanggil pendiam), pangeran Orange, memimpin para bangsawan dalam pemberontakan itu.

Pasukan Spanyol secara umum sukses dalam pertempuran darat, tetapi kapal pemberontak menguasai laut. Pasukan Spanyol menyerang Leiden pada tahun 1573, tetapi kota tersebut bertahan dengan gagah berani. Di tahun 1574, masyarakat membuka tanggul yang menahan laut, dan armada pasukan Belanda berlayar di atas air luapan tersebut untuk menolong Leiden dari Pasukan Spanyol.

Pada tahun 1579, pemberontak mulai memisahkan diri. Provinsi selatan dari Low Countries (sekarang Negara Belgia) kembali di bawah kuasa Spanyol. Aliran Protestan menjadi lebih kuat di provinsi bagian utara (sekarang Belanda). Di tahun 1579, sebagian besar provinsi utara membentuk Union of Utrecht dan bersumpah untuk melanjutkan pemberontakan.

Pada 26 Juli 1581, provinsi bagian utara mengumumkan kemerdekaan mereka dari Spanyol, dan mulai dengan apa yang nantinya dikenal sebagai Belanda. Orang-orang Belanda memperjuangkan kebebasan mereka sampai tahun 1648, kecuali kedamaian yang sementara pada tahun 1609 sampai 1621. Spanyol akhirnya mengakui kemerdekaan Belanda pada tahun 1648.

Kemakmuran dan Kekuatan
Pada tahun 1600an adalah jaman keemasan bagi Belanda. Negara Belanda menjadi pemimpin kekuatan armada yang terkemuka. Armada perdagangannya menjadi tiga kali lebih besar dalam tahun 1600 dan 1650, dan orang-orang Belanda membukukan sekitar separuh dari pengiriman Eropa. Penjelajah Belanda, meliputi Willem Barents dan Abel Janszoon Tasman, menemukan jalur perikanan dan perjalanan baru. Amsterdam menjadi pusat perdagangan Eropa yang besar. Bank-bank dan bisnis Belanda tumbuh subur. Jaman keemasan juga membawa prestasi budaya yang besar, terutama di dalam lukisan.

Sepanjang jaman keemasan, Belanda mengembangkan pemerintahan kolonial yang besar di banyak belahan-belahan dunia. Di tahun 1602, firma-firma Belanda yang berdagang dengan India Timur bergabung membentuk VOC (Verenigde Oostindische Compagnie / Dutch East India Company). VOC mendirikan Batavia (sekarang Jakarta, ibukota dari Indonesia) sebagai markas besarnya. Angkatan perang VOC berhasil mengusir Inggris dan Portugis ke luar dari apa yang nantinya menjadi Hindia-Belanda (sekarang Indonesia). VOC juga mengambil kendali dari Ceylon (sekarang Sri Lanka) dan menjajah ujung selatan Afrika. Dari pertengahan tahun 1600an sampai pertengahan tahun 1800an, orang-orang Belanda adalah satu-satunya orang Barat yang diijinkan berdagang dengan Jepang.

WIC (West-Indische Compagnie / Dutch West India Company) dibentuk pada tahun 1621 untuk berdagang di New World dan Afrika Barat. Di tahun 1624, WIC menjajah New Netherland, yang meliputi sebagian dari New York, New Jersey, Connecticut, dan Delaware yang sekarang. Di tahun 1626, gubernur kolonial, Peter Minuit, membeli pulau Manhattan dari orang-orang Indian dengan harga sekitar $24. Pemerintah kolonial Belanda mendirikan New Amsterdam (sekarang Kota New York) di tahun sebelumnya. Dari tahun 1630 sampai 1654, orang-orang Belanda menguasai Brazil. Selama itu, orang-orang Belanda juga memperoleh yang sekarang disebut Netherlands Antilles dan Aruba.

Peperangan dengan Inggris dan Perancis
Netherlands melakukan tiga kali peperangan laut dengan Inggris dari tahun 1652 sampai 1674. Inggris mengharapkan untuk menguasai pengiriman dan perdagangan yang dikuasai oleh Belanda, tetapi mereka gagal. Selama periode ini, Belanda menang atas apa yang kini disebut Suriname dari Inggris, dan Inggris memperoleh New Netherland.
Perancis dan Inggris membentuk suatu persekutuan rahasia melawan Republik Belanda di tahun 1670 dan menyerang Belanda tahun 1672. Armada Belanda mencegah Inggris mendarat melalui laut, tetapi pasukan Perancis menguasai sejumlah kota milik Belanda. William III, pangeran Orange, kemudian dipilih sebagai stadholder (gubernur). Ia menghentikan Perancis dengan pembukaan beberapa tanggul dan membanjiri daratan itu. Pasukan Spanyol dan Jerman juga membantu Belanda. Inggris menderita kekalahan besar di laut, dan mereka membuat perdamaian dengan Belanda di tahun 1674. Perancis diusir, dan mereka menandatangani suatu perjanjian damai pada tahun 1678.

Isteri William, Mary, adalah suatu anggota dari keluarga kerajaan Inggris. Di tahun 1689, William memimpin apa yang disebut Glorious Revolution dan menjadi King William III Inggris seperti halnya stadholder Belanda. Belanda, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya menyerang Perancis dalam dua perang lagi, pada tahun 1689 sampai 1697 dan pada tahun 1701 sampai 1714.

Pada tahun 1700an. Peperangan panjang melawan Perancis berakhir di Belanda. Industri dan perdagangan Belanda mulai bimbang, dan Belanda memasuki masa kemunduran ekonomi.

Sepanjang Revolutionary War di Amerika (1775-1783), Belanda membantu Amerika melawan Inggris. Inggris memulai peperangan laut melawan Belanda tahun 1780. Belanda beberapa kali dikalahkan Inggris pada tahun 1784.

Di tahun 1795, Belanda yang sudah melemah jatuh pada pasukan Perancis. Para pendukung Belanda dari Perancis merubah nama negara menjadi Republik Batavia dan menyediakan suatu pemerintah yang baru. Inggris mengambil sebagian besar dari hasil penjajahan luar negeri milik Belanda.

Kemerdekaan
Di tahun 1806, Napoleon I dari Perancis memaksa Belanda untuk menerima saudaranya Louis sebagai raja mereka. Republik Batavia menjadi Kerajaan Belanda. Napoleon menginginkan kendali yang lebih ketat atas negara tersebut dan menjadikannya bagian dari Perancis di tahun 1810. Belanda mengusir Perancis di tahun 1813.

Di tahun 1814 dan 1815, Para pemimpin politis Eropa memetakan kembali sebagian besar benua pada satu rangkaian pertemuan-pertemuan yang disebut Kongres Vienna. Mereka mempersatukan Belgia, Belanda, dan Luxembourg ke dalam Kerajaan Belanda untuk membatasi kekuasaan dari Perancis. William VI, pangeran Orange, menjadi Raja William I dari Belanda dan Grand Duke dari Luxembourg.

Bea keluar dan masuk, ekonomi, bahasa, dan agama dari Belanda dan Belgia berbeda sekali. Mayoritas dari Belgia adalah Katolik Roma, dan kaum Perancis. Di tahun 1830, Belgia mengumumkan kemerdekaannya dari Kerajaan Belanda.

Luxembourg mengakhiri ikatan politis dengan keluarga kerajaan Belanda pada tahun 1890. Tahun itu, Wilhelmina yang berumur 10 tahun telah menjadi ratu setelah kematian dari ayahnya, William III. Tetapi hukum Luxembourg tidak mengijinkan kekuasaan berada pada seorang wanita.
Belanda tetap netral selama Perang Dunia I (1914-1918). Tetapi operasi laut dari negara-negara yang sedang berperang terganggu dengan pengiriman dan perdagangan Belanda.  

Perang Dunia II
Pada 10 Mei 1940, selama Perang Dunia II, Pasukan Jerman menyerbu Belanda. Empat hari kemudian, Bomber Jerman membinasakan sebagian besar dari Rotterdam. Angkatan perang Belanda menyerah. Kebanyakan dari angkatan laut Belanda melarikan diri dari penangkapan dan mendukung pihak Sekutu, yaitu negara-negara yang menentang Jerman dan sekutunya.

Sepanjang pendudukan Jerman, dari tahun 1940 sampai 1945, orang-orang Belanda sangat menderita. Jerman membunuh sekitar 75 persen dari orang-orang Yahudi, sekitar 104.000 orang, yang kebanyakan dibunuh di camp kematian. Mereka juga memaksa beribu-ribu orang-orang Belanda untuk bekerja di dalam pabrik-pabrik Jerman. Orang-orang Belanda berusaha berkelompok melawan musuh dengan diam-diam melalui surat kabar yang diterbitkan, menyembunyikan orang-orang Yahudi dari penangkapan, dan melakukan tindakan sabotase melawan orang-orang Jerman. Pada saat itu Jerman yang menyerah pada Sekutu pada bulan Mei 1945, sekitar 250.000 orang Belanda telah terbunuh atau telah mati kelaparan.  

Belanda juga dilibatkan dalam peperangan di Samudra Pasifik. Pada Maret 1942, Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) jatuh ke Jepang, sekutu Jerman, setelah mengalahkan armada dari Belanda. Berpuluh-puluh ribu orang-orang Belanda kemudian bertempat tinggal di Hindia menjadi narapidana di dalam kemah Jepang.

Pemulihan Ekonomi
Perang Dunia II meninggalkan banyak reruntuhan bagi Netherlands. Banyak dari pabrik-pabrik nasional, jembatan, dan jalan kereta api telah hancur. Pelabuhan yang besar pada Rotterdam telah menjadi pincang. Sebagian besar daratan digenangi air sebagai akibat kerusakan pada tanggul.

Setelah peperangan, orang-orang Belanda mendedikasikan diri mereka untuk membangun kembali negara mereka, dan pemerintah mendukung dengan kerjasama internasional yang dekat untuk mencapai tujuan ini. Di tahun 1945, Netherlands menjadi anggota piagam dari UN (United Nations / Perserikatan Bangsa-Bangsa). Di tahun 1948, Netherlands berhubungan dengan Belgia dan Luxembourg untuk menghapuskan semua tarif atas perdagangan antar diri mereka, membentuk suatu organisasi yang diberi nama Benelux. Di tahun 1949, Netherlands menjadi bagian dari NATO (North Atlantic Treaty Organization), suatu persekutuan pertahanan dari Eropa dan negara-negara Amerika Utara.

Di tahun 1950an, Belanda membantu pembentukan European Coal and Steel Comunity, European Atomic Energy (Euratom), dan European Economic Community (MEE). Badan-badan ini yang kemudian menjadi basis untuk European Union (Uni-Eropa), yang bekerjasama dalam bidang politik dan ekonomi antar anggotanya.

Pada tahun 1955, produksi industri Belanda telah meningkat sekitar 60 persen diatas tingkat sebelumnya, yaitu sebelum Perang Dunia II. Hasil pertanian hampir 20 persen lebih besar.

Perubahan Politis

Di tahun 1948, setelah usia lanjut Ratu Wilhelmina menyerahkan tahta kepada putrinya, Juliana. Pada waktu Itu, suatu pemberontakan sedang berlangsung di Hindia-Belanda. Pertempuran, yang dimulai pada tahun 1945, berlanjut sampai 1949, ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Di tahun 1954, Suriname dan Netherlands Antilles, yang kemudian meliputi pulau Aruba, dibuat memiliki pemerintahan sendiri dan memiliki keanggotaan yang sama dari kerajaan Belanda. Di tahun 1962, orang-orang Belanda menyerahkan West New Guinea ( sekarang Irian Jaya), jajahan terakhir mereka, ke bawah kekuasaan United Nation (UN). UN menyerahkan Irian Jaya ke Indonesia pada tahun 1963.

Di tahun 1980, Juliana menyerah tahta pada umur 71. Putri tertuanya, Beatrix, menjadi ratu.

Pembangunan ekonomi
Akhir tahun 1900an, Belanda mencapai suatu standard tinggi dalam kehidupan. Kerjasama ekonomi, baik dalam dan luar negeri, membantu orang-orang Belanda membangun kembali kemakmuran mereka setelah Perang Dunia II. Sepanjang akhir 1940 dan 1950, Industri, tenaga kerja, dan pemerintah Belanda bekerja bersama-sama menghindari serangan dan memperluas industri. Penemuan lahan gas alam di bagian utara negeri itu di tahun 1959 juga memberikan Belanda suatu kenaikan pesat di bidang ekonomi. Dan Rotterdam, dengan kerusakan berat sepanjang peperangan, telah dibangun kembali.

Keaneka ragaman
Ratusan ribu orang-orang dari jajahan Belanda terdahulu dan dari negara-negara Mediterania sudah berpindah ke Belanda. Imigrasi ini telah menambahkan keaneka ragaman populasi negara. Banyak imigran datang dari Indonesia. Di tahun 1970an, orang-orang dari Pulau Molucca menuntut agar pemerintahan Belanda bertindak untuk membebaskan tanah mereka dari kuasa Indonesia. Beberapa penduduk Molucca di Belanda bahkan melakukan tindakan terorisme untuk mendramatisir permintaan mereka.

Di tahun 1975, Suriname meninggalkan Kerajaan Belanda dan menjadi suatu bangsa yang merdeka seara penuh. Banyak orang-orang dari Suriname bergerak ke Belanda sejenak sebelum kemerdekaan. Di akhir tahun 1900an, banyak orang Turki dan Moroko menetap di Belanda. Pengungsi dari banyak negara-negara juga datang ke Belanda oleh karena hukum liberalnya yang mengabulkan tempat peristirahatan politis (tempat pernaungan dan perlindungan) kepada orang-orang yang melarikan diri dari negara-negara yang lain.

Pengembangan Terkini
Di tahun 1992, Belanda adalah salah satu dari 12 negara yang menandatangani Perjanjian atas European Union, juga disebut Perjanjian Maastricht karena perjanjian tersebut ditandatangani di kota Maastricht, Belanda. Perjanjian ini dilakukan untuk menyatakan terbentuknya European Union (Perserikatan Eropa). Perjanjian juga dilakukan untuk menyatakan pengunaan mata uang eropa dan bank sentral secara umum. Di tahun 1999, Belanda dan 10 negara European Union lainnya mengambil satu mata uang yang umum yang disebut euro.
(Sumber : http://benjamincreations.tripod.com/europe/netherland/netherland.html)

Kembali ke daftar

 4. Bunga Tulip

Di bagian utara dari Belanda bagian selatan yang dikelilingi bukit pasir di sepanjang pantai, disanalah lahan tulip Belanda yang terkenal. Di musim semi para pengunjung dari berbagai negara mengunjungi kebun Keukenhoff.

Banyak orang tahu bahwa ciri khas negeri Belanda adalah bunga tulip (sering disebut dengan bulbs karena bentuknya yang menyerupai lampu bohlam). Bunga itu terdiri dari berbagai jenis, warna dan ukuran. Menurut informasi yang diperoleh dari Keukenhoff, tulip sebenarnya berasal dari negara Turki. Namun kemudian sejak berabad-abad lalu benihnya ditanam di Belanda dan kebetulan tulip mampu bertahan dan bermekaran di negeri tersebut yang notabene mempunyai kondisi iklim lebih sejuk dari Turki.

Selanjutnya, bunga tulip tersebut dikembangbiakkan dan dikawin silangkan melalui teknologi penyilangan yang canggih hingga memunculkan berbagai ragam baru warna, bentuk, dan ukuran. Tidak hanya jenis tulip kuning yang ada. Ada juga tulip merah, ungu, biru, oranye, peach, putih, hitam, dan pola garis-garis, serta polka dot multiwarna yang nyentrik.

Kembali ke daftar

 5. Blue Delf

Blue Delf adalah seni kerajinan keramik di Belanda. Pada awalnya pedagang Eropa yang melalui jalur sutra melakukan perdagangan dengan China, untuk mengatisipasi apabila perdagangan dengan China terputus, maka negara Eropa dalam hal ini Belanda mendirikan pabrik keramik di Delf. Akhirnya munculah seni kerajinan khas Belanda yang diberi nama Blue Delf.

Kembali ke daftar

 6. Daerah Tujuan Wisata

Belanda, negara yang kecil dalam ukuran, namun besar dalam event, atraksi, dan aktivitas.

Walaupun memiliki luas daerah yang sempit, Belanda memiliki banyak museum yang menarik. Bahkan Amsterdam memiliki lebih banyak museum per meter persegi daripada kota manapun di dunia.

Pecinta perkebunan dapat menikmati keindahan perkebunan di Belanda sepanjang tahun. Walaupun demikian, musim semi dan musim panas merupakan saat yang terbaik untuk melihat-lihat taman bunga dan kebun tulip yang penuh warna.

Kembali ke daftar

 

 
  <•Home•>   <•Outlet•>   <•Menu•>   <•Event•>   <•Comments•>